Thursday, 19 June 2014

Senja Di Bulan Juni

Hujan datang di bulan juni,
menyapa tanah basah dan bau wangi.
Angin lebat mengalir di atas sungai kemarau,
daun-daun kuning berjatuhan di halaman.
Terbaring sepi sebelum kau sapu di pagi hari.

Hujan di bulan juni adalah rindu yang telah
terbendung lama, dan telah mencapai batasnya.

Wajah Senja sumringah di atas bohon bambu,
mentereng jingga cantik di cakrawala.
Tahu Senja sudah menunggu, Pacar senja bergegas
mencari  mandi, gebyar-gebyur, nyanyi-nyanyi di kamar mandi.
Senja dan Pacar senja telah berjanji jalan-jalan di persawahan.

Pacar senja terlambat datang. Senja baru saja pergi
meninggalkan rumput-rumput basah di dalam suara adzan.
Pacar senja mencari-cari wajah Senja di cakrawala
yang telah gelap; lenyap, habis dimakan lanskap, 
malam selalu berkuasa di dalam gelap dan kesunyian.

Tiba-tiba ada yang datang, mengajak pulang
Pacar senja yang termenung sendirian.
Ternyata gerimis selalu menguntit di belakang,
“Mari kuantarkan pulang. Senja telah menyerahkanmu
kepada pelukanku, mari kita bermain di ranjang.”

Pacar senja memilih diam, di tepisnya
belaian gerimis yang cerewet dan nakal.
Pacar senja ingin sendiri, tidur-bermimpi
diciumi senja sampai pagi hari.


Ngawi, 19 juni 2014

Thursday, 29 May 2014

Gede-Pangrango; Cerita Pertama

Di Kereta

Aku berangkat meninggalkan bosan di kelas yang penuh dengan kursi-kursi besi yang angkuh, kursi berdebu, tua, karatan, kursi dengan busa yang sudah tak utuh lagi, kadang juga tidak simetris, sudah tidak mampu berdiri dengan tegak, kursi yang menjadi duduk berhari-hari, dalam ruang kelas yang pengap, hampa, terlalu banyak ocehan, aku merasa terasing dengan keadaan itu. Di kelas itu (kuliah) membosankan. Aku rindu kursi kayu.

Selasa. Perjalanan ini dimulai ketika senja dibingkai kaca jendela. Kereta berangkat meninggalkan jogja pukul 05.40, saat senja senyum-senyum di etalase jendela. Pemberangkatan telat tiga puluh menit dari jadwal, jam karet! Segenap doa dituju pada Tuhan, manusia menggantungkan segala hidup kepadaNya. Kereta melaju dengan cepat, memburu gelap, berlari ke tempat senja yang dengan santainya masih senyum-senyum ketika mulai ditelan malam. Lampu kota mulai menyala, beramai-ramai merayakan tugasnya. Lanskap menjadi buram, kereta berpacu menyusuri rel yang tertata rapi, terbaring berjajar diatas bantal-bantal beton, beralaskan batu-batu yang sejatinya adalah bongkahan debu.

Album Foto; Gunung Pangrango - Mandalawangi

Hutan;


















Tuesday, 27 May 2014

Mati Lampu

Malam benar-benar telah menampakkan wujudnya.
Tanpa cahaya lampu; malam adalah gelap, waktu tentang kesunyian
seperti cangkir kopi tanpa campuran susu.
Bola lampu kehilangan nyawa, melayang-layang di udara
pada tiang-tiang di jalanan menggantungkan rindu,
pada dinding kamar bersandar akan harapan. Selalu berharap.
Lampu tak menyala, malam berkuasa.
Rumah yang menjadi tempat yang hangat kini
menjadi kosong, menganga di larut malam.

Belalang pohon nyaring bunyinya; percakapan tragis dengan malam.
Bola lampu mengapung di kesunyian,
ia tak kuasa, tak bercahaya.
Di kota ini sudah tidak ada matahari lagi,
matahari tidak suka gelap, ia berlari memburu fajar
di timur yang terang. Di sana memang benar terang.

Langit seakan menjadi bidang yang paling terang,
dengan kerlip bintang leluasa bertaburan
di atas rumput ilalang yang bergoyang-goyang.
"Bagaimana jika matahari tiba-tiba datang
dan menerangi kamar gelap ini?"
"Akan kupadamkan cahaya, kupeluk habis tubuhnya.
Ku jaga dia di sini, tak kubiarkan menyusuri jalan pulang".

Kupelihara matahari saat malam datang.

kamar kost. 27-05-2014

Sunday, 4 May 2014

Laku ing Gunung Lawu

Gunung, hutan. Ngawi adalah kota kecil yang terletak di sebelah utara gunung lawu. Walau kabupaten ngawi termasuk daerah yang luas, namun aku menyebutnya kota yang kecil karena peradaban manusia di ngawi masih jauh bila dibanding dengan kota-kota seperti madiun, solo dan jogja. Pendidikan, sosial, budaya ngawi masih kalah jauh dengan mereka. Tapi jangan salah, untuk kimcil-kimcil ngawi, aku bilang perkembangannya sangat pesat. Orang ngawi (yang berpendidikan) tak bisa bangga dengan itu. Setiap sore di malam minggu, jalanan di ngawi akan sangat ramai dengan cabe-cabean dengan pakaian yang kupikir para pembaca sudah tahu sendiri bagaimana modelnya. Malamnya akan diganti dengan purel-purel karaokean. Aku prihatin, mau jadi apa kotaku ini.

Sebagian wilayah kabupaten ngawi berada di lereng gunung lawu; di kecamatan kendal, jogorogo, ngrambe dan sine. Dulu waktu masih kecil aku punya keinginan naik gunung dan melihat apa yang ada dibalik bukit-bukit yang tinggi itu. Sempat berpikir bahwa dunia ini dibatasi oleh gunung lawu di sebelah selatan. Namun ilmu pengetahuan tentang alam di sekolah dasar membantahnya. Ternyata dunia itu luas. Tentu membuat semakin penasaran apa yang ada dibalik gunung besar dan hijau itu. Waktu kecil, Bapak sering mengajak piknik ke gunung-gunung dan hutan. Masih dengan kendaraan L2-Super waktu itu. Menyusuri jalanan yang tak pernah berujung mesti telah membelah gunung. Dari situ aku mulai mengenal tentang alam. Mencintai alam, itu alamiah; seperti orang haus dan butuh minum. Maka jatuh cinta itu sah, yang dilarang agama adalah berzina. Jadi sah saja jika aku mencintaimu, sayang padamu. Orang tua tak sepaham dengan ini. 

Friday, 25 April 2014

Sedikit dari kuliah Dr Achara Soachalerm, Thailand

Jumat 25 April 2014, saya mengikuti kuliah umum di fakultas. Sebuah program lanjutan dari Internasional Seminar of Sport and Achievement (ISSCA) bertajuk Issues of Sport Science & Sport Technology Development digelar pada 23-24/4 bertempat di UNY Hotel Yogyakarta. Dr. Achara Soachalerm, seorang pakar pendidikan jasmani  dari Kasetsart University, Thailand. Adalah salah satu narasumber dalam seminar tersebut. Beliau adalah pemateri dalam kuliah umum yang bertema modifikasi permainan tradisional, siang tadi. Salah satu bentuk pendidikan karakter yang diterapkan di Thailand.
Ada banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari kuliah ini. Rasa-rasanya prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi ini adalah pilihan yang tepat. Pshycal education itu sangat komplek. Tidak hanya mengajarkan tentang pendidikan jasmanai, namu juga mengenani pendidikan karakter, psikologi dan tahap perkembangan anak, hingga pendidikan etika dan moral. Suatu modal untuk menjadi seorang guru dan juga orang tua yang baik. Menurut saya, proses ini lebih mengarah kepada kehidupan. Ilmu kehidupan.
Dalam kuliah tersebut, Dr Achara menunjukkan bagaimana pembelajaran pendidikan jasmani yang baik dan benar. Jauh dari apa yang telah kita dapatkan di sekolah selama ini. Pendidikan jasmani bukan hanya soal olah tubuh, namun juga mencangkup pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang telah kita kenal dalam dunia pendidikan dengan tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Namun pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih jauh dari pencapaian tiga ranah tersebut. Kenyataan di lapangan hanya menitik beratkan pada aspek psikomotor saja.